gagzspace

UncategorizedSeptember 20, 2007 8:48 am

kita yang tak pernah mau di dominasi…ya…kita yang terlihat biasa saja, ternyata menjadi sasaran empuk para "pendominasi". Mereka para manusia yang mengklaim dirinya mempunyai kekuasaan, mempunyai kekuatan, mempunyai nyali dan mulut besar ternyata mempunyai sebuah ruang dan jalan untuk melakukannya. Media yang mempunyai kekuatan total dalam mendoktrin setiap pemirsanya mereka jadikan alat propaganda untuk menanamkan pola pikir yang sebetulnya bukan untuk khalayak banyak, saat panca indra menstimulasi semua yang dilihat, didengar, dapat dengan cepat disalurkan kedalam otak manusia…entah ..tidak jelas kebenaran atau kesalahannya, hanya fakta nyata yang tergambar di masyarakat yang dapat kita jadikan landasan baik atau benarnya….ya…kesepakatan sosial yang dapat dengan mudah disampaikan antara dari satu ke yang lainnya.

Tidak pernah tersadar bahwa kita pernah didominasi, secara halus dapat dikatakan bahwa hal tersebut tercipta dengan sangat mudah, saat sebuah ide, gagasan dan nilai yang sempat terbilang brilian namun beresiko dapat cepat hilang dengan argumentasi-argumentasi yang telah dipersiapkan, kita dengan cepat dapat termakan hal itu. Nilai patriaki mempunyai pengaruh sangat besar saat kekuatan gender diaplikasikan. Budaya kita sebagai orang timur merupakan nilai minus yang menjadi peluang bagi para "pendominasi", sifat nerimo(bahasa jawa), malas bertanya, mengangguk tanpa pernah sekalipun memikirkan dampak yang akan terjadi adalah sebuah blunder, entahlah apa yang terjadi nantinya, apakah janji-janji masih merupakan cara yang paling efektif untuk mengelabui kita tanpa melihat sebuah kapabilitas dibelakangnya, atau ada sesuatu yang tidak seimbang antara hak dan kewajiban, nilai kebutuhan(need) dan hawa nafsu(desire) yang seolah2, "bila hari ini kita hidup senang, masa bodoh hari esok"..klise dan terlalu pasrah..sampai kapanpun akan terus seperti ini.

 

UncategorizedSeptember 10, 2007 2:14 pm
Hari minggu kemaren, bisa dibilang menjadi hari minggu terpadat di Jakarta, awalnya gw sangka ga sebanyak ini orang yang berpikiran sama dengan keluarga gw untuk berpergian..ternyata apa yang direncanakan keluarga gw dan orang lain semua hampir sama. Budaya “nyekar”/ ziarah mendekati bulan puasa ternyata masih sangat diminati oleh banyak orang.. 
 
Dari makan arum manis, beli teh botol sampe ketiduran di mobil ternyata ga ngebuat gw sampe dengan cepat ke tempat tujuan pada hari “wisata” itu. Sebenernya banyak hal yang bikin menarik pada hari itu..dari nyekar yang cuma dilakuin sebelum puasa, baru kali ini jam 7 malem banyak orang yang nyekar pake senter malem2…auhauhauhauhauha… aneh, dan banyak cewe cantik berdandan ala ke “mall”…huhuhuhuhuhu…sebenernya ini nih yang paling aneh…disaat nyekar merupakan sebuah kegiatan yang menyangkut nilai spiritual, nilainya mendadak berubah menjadi ajang “ngeceng”.
 
“Ngeceng” ini telah melewati 2 fase yang sebenarnya mendekati point sebenarnya..disaat saya masih kebingungan dengan banyaknya yang “berkerudung palsu” (hanya memakai disaat2 tertentu) sudah muncul lagi sebuah nilai penampilan yang lebih dari itu, yang sebenarnya atribut ketuhanan tidak perlu lagi ada diluar diri manusia, tetapi sudah ada di dalam manusia itu sendiri..huhuhuhuhuhuhuhu….yah gimanapun juga bukan berarti apa yang mereka pakai tidak melulu apa yang mereka niatkan, selama disaat (di ajaran agama saya) mereka tidak menuhankan sesuatu yang mendunia atau menuhankan dirinya sendiri toh di kuburan yang gersang itu bisa terlihat sedikit keceriaan dengan warna2 pakaian yang mereka pakai!!huhuhuhuhuhuhuhuhuhu….asssssiiiikkk!!!! (sering2 ziarah aja klo gtu ya)